Seorang pengusaha melihat betapa suksesnya seseorang pengusaha menjalani usaha PujaSera (Pusat Jajanan Serba Ada) di bilangan Jakarta Barat.
PujaSera ini menggunakan konsep kaki lima (open air) yang di pagari dan memiliki 33 kios jenis makanan. Ramainya pengunjung memberikan banyak pengusaha lain ingin mencontoh sukses yang telah diraih ini. Banyak pengunjung merasa aman dan nyaman oleh keberadaan PujaSera ini. Kebersihan tempat makan ini, udara yang segar, keamanan yang terjamin dan tidak ada pengamen yang boleh masuk telah membuat PujaSera yang baru berdiri 12 bulan ini menjadi bahan pembicaraan orang dari seluruh Jakarta.
Beberapa pengusaha sudah mengintip konsep ini dan tidak sedikit yang datang untuk menyelidiki kesuksesan PujaSera ini untuk mereka contoh. Rata rata pengusaha yang mengintip dan ingin mencontoh datang paling tidak lebih dari 5 kali kunjungan untuk tujuan meneliti dan menilai.
6 bulan kemudian muncul 3 PujaSera tandingan di radius kurang dari 10Km dari tempat dimana PujaSera tersebut berada. Pendatang baru PujaSera saingan juga telah menyebarkan undangan untuk bergabung dengan PujaSera baru yang mereka dirikan. Lebih dari 40% dari pada pedagang dari PujaSera yang teletak di bilangan Jakarta Barat itu tertarik untuk bergabung di PujaSera tandingan tersebut.
Sekitar 3 bulan setelah ke 3 PujaSera tandingan tersebut berdiri, keramaian pengunjung pun turun drastis. Dan setelah 6 bulan ke 3 PujaSera tandingan itu pun hampir gulung tikar. Banyak dari pedagang yang menyesal telah bergabung dengan ke 3 PujaSera tandingan itu.
Apa yang menjadi penyebab kegagalan ke 3 PujaSera tandingan tersebut?
Semua telah di persiapkan dengan rapih, dari tempat lokasi, pemasaran, penjualan, komposisi layout dan jenis makanan yang lebih baik. Mengapa mereka gagal?
Ingin tahu jawabannya? Klik disini.
|